Unborn 8.0 Blue Pointer .: Ultimatum 10 November 1945

Content Slider / Slide Show

Content Slider, Slide Show"Content Slider / Slide Show" ini menggunakan jQuery. Pemilihan "Content Slider" dengan "Create a Slick and Accessible Slideshow Using jQuery" di blogger template karena lebih simpel dan tidak menggunakan script yang terlalu panjang dibanding lainnya, sehingga tidak terlalu mempengaruhi loading page, yang sering menjadi masalah di blogger.

Trik Membuat ToolTip - Jquery di Blogger

tooltip jqueryTrik membuat Tooltip ini menggunakan Easy Tooltip - jQuery plugin. Pilihan Easy Tooltip - jQuery plugin, karena lebih sederhana dan scriptnya tidak terlalu banyak seperti lainnya.

"External links" dengan Menggunakan Icon - Jquery

External links - Jquery Tutorial 'external link' ini di peroleh dari: "Quick Tip: Dynamically add an icon for external links". Fungsi dari script external link ini adalah menampilkan icon pada setiap link yang menuju keluar atau 'external link'.

Back to top dengan smoothscroll - jQuery

Thumbnail image that says sleek button using photoshop that links to a Photoshop tutoril. Anda dapat membuat back to top yang dapat bergerak secara 'smooth' (tidak loncat) dengan menggunakan fasilitas javascript jQuery dan smoothscroll. Penggunaan jQuery ini yang membuat 'effect' bergerak secara 'smooth'.

Jumat, 15 Oktober 2010

Ultimatum 10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah
dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran 
tentara Inggris di Indonesia.
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan bom udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.
Berbagai bagian kota Surabaya dibombardir dan ditembak dengan
meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal mupun terluka.

Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris. Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.
Setidaknya 6,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. [2]. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600. [3] Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Datang

Selamat datang di Blog berly and amar - kami senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan berselancar di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel yang kami posting di sini . Ada banyak hal tentang kami, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik. Selengkapnya tentang kami

Sepintas Tentang Blog kami

Nama saya Berly,nama teman saya amar. saya senang dalam mendisaind blog maupun mencari hal-hal baru untuk blog

Info Selengkapnya: Info Panel Slide Vertikal dengan jQuery | Blogger Tune-Up http://modification-blog.blogspot.com/2010/03/info-panel-slide-vertikal-dengan-jquery.html#ixzz13mbPbEYW Under Creative Commons License: Attribution